Selasa, 30 Januari 2018

Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri

Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri
Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri
Liputanhidup.com - Di zaman persia dulu, kumis dan tubuh besar merupakan kecantikan sempurna.
Namanya juga seorang putri kerajaan, pastinya identik dengan yang namanya kecantikan yang dimilikinya, tidak hanya di negeri dongeng saja, di unia nyata juga umumnya seperti itu.
Kita ambil saja contoh, Kate Middieton wanita cantik yang baik kasta menjadi putri bangsawan, sampai Jetsun Pema Wangchuck istri raja yang cantik sejak lahir.

Kemudia bagaimana jika seorang putri ternyata malah memilih kumis dan badan gemuk? tapi, memang itulah terjadi di Persia pada tahun 1800-an, dan uniknya lagi, hal itu menjadi sebuah simbol wanita cantik pada zaman itu, masih tidak percaya? baiklah kami dari Liputanhidup akan menjelaskannya.

Esmat El Dwala Yang menjadi Simbol Kecantikan Di Persia
Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri

Wanita dari keturunan bangsa persia ini begitu identik dengan hidung yang mancung dengan sorotan mata yang selalu menggoda, mmungkin itu jugalah yang membuat banyak pria di berbagai belahan dunia mencari jodoh di negara Iran, Turki (keturunan Persia) dan sekitarnya, namun siapa sangka, di tahun 1850-an standar bangsa Persia ini begitu berbeda dengan sekarang ini.

Kumis dan tubuh yang besar merupakan ciri khas wanita yang sempurna pada kala itu, dan yang paling terkenal mempopilerkan kecantikan itu adalah Esmat Al Dowleh, salah sati putri raja waktu itu yang menjadi kiblat wanita sempurna bagi penduduknya, anak perempuan dari raja Nasir Al-Din Shah Qajar itu bahkan sampai menjadi rebutan dari banyak orang karena wanita itu dianggap menjadi paling mempesona.

Tidak Hanya Cantik Saja, Tapi Juga Cerdas
Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri

Putri Esmat itu ternyata juga dikenal sebagai pianis pertama zaman itu, hal ini diketahui saat ayahnya melakukan impor pertama kali alat musik tersebut, tidak hanya sampai di situ saja, kegemarannya dalam menulis juga membuat sang raja semakin bangga juga melihat putrinya yang semakin berkembang menjadi wanita yang cerdas.

lantaran raja Nasir Al Din Shah Qajar mempunyai hobi fotografi, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh putri Esmat diabadikan didalam bentuk foto dan semua tersimpan didalam institute for Iranian Contemporary Historical Studies, harapannya, semiga kelak banyak orang yang bisa melihat kencantikan sejati sang putri yang sempat menjadi primadona.

Di Baca Juga : Inilah Alasan Kenapa Tubuh Terasa Lelah Saat Bangun Di Pagi Hari

Sang Putri Dengan Cerita Pria Yang Bunuh Diri Karena Di Tolak
Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri

kisahnya mengenai cinta sang putri yang lumayan mencengangkan, ternyata dirinya sudah berkali-kali dilamar oleh banyak pria dinegara, tapi kebanyakan berakhir penolakan, rumor mengatakan kalau terdapat 13 orang dari pelamar itu dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri karena ditolak.

Tapi, tidak tahu kasus bunuh diri ini benar ataupun tidak, tapi satu hal yang pastinya putri ini sukai menolak lamaran para pria, sampai akhirnya, sang anak raja itu, akhirnya menikah dengan salah satu pria beruntung dan tentunya dari keturuanan bangsawan.

Akhir Cerita Putri Irania Dan Revolusi Baru
Mengenal Lebih Dalam Simbol Kecantikan Persia Yang Telah Membuat Banyak Pria Bunuh Diri

Seperti yang diketahui, esmat akhirnya melabuhkan hatinya, bahkan dikaruniai anak, sampai akhirnya sang putri meninggal karena sakit yang dideritanya, diketahui sakit yang di derita sang putri adalah Malaria yang saat itu masih sulit menemukan penawarannya.

Esmat juga berakhir dikebumikan pad tahun 1905. di sisi lain pada waktu yang sama, saudaranya Taj Al Saltana, menemukan sebuah gerakan revolusi baru untuk kebebasan dari wanita, saat itu putri ini menuntut kesetaraan hak serta menjauhkan dari intervcnsi asing, dapat dikatakan juga akhir dari putri Esmat bersamaan dengan awal baru untuk wanita disana.

Dari kisah sang putri Esmat, ini kita menjadi mengerti kalau kecantikan itu merupakan hal yang relatif, setiap zaman selalu mengalami perubahan yang signifikan, tapi yang pastinya hal ini membuat putri Persia ini menjadi idola bukan karena pesona wajahnya yang dianggap cantik, tapi juga kecerdasasan dan keterampilannya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup selalu berusaha memberikan informasi yang terbaik seputar Judi Online, Berita Unik, Percintaan. DLL.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive