Senin, 26 Februari 2018

Begitu Teganya Kau Campakkan Aku Setelah Mendapatkan Kesucianku

Begitu Teganya Kau Campakkan Aku Setelah Mendapatkan Kesucianku
Begitu Teganya Kau Campakkan Aku Setelah Mendapatkan Kesucianku
Liputanhidup.com - Tulisan artikel yang kami rangkum dari Vemale.com ini begitu mengiris hati, sampai akhirnya dia itu menemukan seseorang yang telah membawanya pada sebuah harapan.

Jujur saja, ada perasaan yang malu saat ku tulis ini, ini menceritakan tentang saya, mengenai wanita yang kehilangan sesuati yang paling berharga bagi seorang wanita.

Saat aku menginjak usia 17 tahun, aku menjalani sebuah hubungan dengan seorang pria yang usianya empat tahun di atasku, selayaknya remaja yang barus pertama kali mengalami jatuh cinta, aku begitu berbunga-bunga, begitu juga terlena sampai lupa diri, apalagi saat dia menghujaniku dengan berbagai perhatian dan perkataan puitis.

Aku begitu bersemngat mencintainya sampai aku tidak sadar bahwa aku ini telah duperbudak oleh perasaan sendiri, membuatku melakukan apapun yang diinginkannya, telah begitu banyak yang kuberikan padanya, apapun yang dimintanya dari aku, selalu aku berikan, seperti misalnya saat dia merayuku agar menyerahkan ponselku, kuberikan untuknya secara sukarela dan berkata pada orangtua ku bahwa ponselku hilang, atau saat dia ingin jalan dan aku tidak punya uang, dia meminta menjual kalung pemberian ayahku dan aku melakukannya, begitu bodohnya diri aku.

Berbulan-bulan berlaku, dia hendak pergi bekerja ke laur negeri, tapi beberapa hari sebelum itu dia mengajak aku ke rumahnya, mengenalkan aku pad akeluarga dan orang-orang terdekatnya, suatu hari aku dirumahnya, orangtuanya tidaklah ada di rumah, mereka pergi menghadiri sebuah acara, jadi tinggalah aku dengannya berdua, apa yang terjadi disana? dia tiba-tiba menarikku ke dalam kamar dan terjadilah hal yang paling menjijikan dan tidak pernah aku lakukan, hal yang membaut saya kehilangan kesucianku, sesuatu yang begitu berharga dari seorang wanita yang seharusnya dijaga dengan baik.

Di Baca Juga : Sejumlah Kebiasaan Wanita Yang Malah Di Anggap Cantik Oleh Pria

Pergilah dia ke luar negeri utnuk tiga tahun, kami masih saja saling menghubungi lewat chat Facebook, tapi semakin hari, padahal baru berminggu-minggu dia pergi, dia itu semakin jarang menghubungi saya, pesanku terlalu lama dibalasnya sampai bahkan berhari-hari, aku resah, gelisah memikirkan hubungan anda, aku pikir aku harus mempertahankan hubungan kami, apalagi aku yang telanjur menyerahkan harta saya yang berharga.

Gelisahku membuat aku tidak fokus untuk sekolah, aku dihantui perasaan takut, bagaimana jika aku hamil? ingin kuceritakan ini pada orangtua aku, tapi aku terlalu takut, bagaimana jika mereka membenciku dan tidak lagi mau menganggapku sebagai anak mereka, apalaig itu bukanlah permerkosaan, kucerutakan ketakutanku, terhadapnya, tapi tidak digubrusnya, sampai pada akhirnya haidku datang, aku begitu bersyukur saat itu.

Kuceritakan bahwa aku itu mendapatkan haidku, dia menjawabnya dengan kalimat yang masih kuingat sampai saat ini, sykurlah, berarti aku terbebas dair tanggung jawab, kita akhiri saja hubungan kita ini, lalu setelahnya dia memblokir akun Facebookku.

Aku begitu terpukul, frustasi sampai ingin mengakhiri hidupku ini saja, sekolahku menjadi berantakan, aku sering menangis dan mengamuk tanpa alasan, aku kehilangan rasa percaya diri dan tidak tahu memang benar atau hanya perasaan saja, raut wajah aku begitu terasa berbeda sejak aku tidak suci lagi, terasa kusam, tidak bercahaya lagi, aku bahkan tidaklah mau berlama-lama menatap cermin.

Kutinggalkan sekolahku, jelas juga membuat orangtua aku juga bertanya-tanya dengan sikap saya yang berubah, di akun facebook, aku bahkan mendapatkan banyak pertanyaan dari teman di sekolah, dengan polos dan tanpa berpikir tentang bagaimana perasaan saya, mereka bertanya apakah aku itu hamil duluan sampai putus sekolah.

Singkat cerita aku bukan lagi anak sekolah, aku yang biasayan cerita itu berubah menjadi tertutup, bahkan orangtua saya tidak berhasil membuat saya buka mulut, aku menyukai musik, mereka menawarkan saya bersekolah musik di sebuah sekolah yang pendirinya cukup terkenal di Indonesia, aku setuju, aku tahu mereka itu berpikir mungkin ini akan membuat saya menjadi kembali pada diri saya yang dulu.

Sekolah musik itu mempunyai jadwal dua kali pertemuan didalam seminggu, saat itu mentorku adalah seorang pria berusia 27 tahun, dia baik, mengajariku dengan begitu sabar, aku menyukai belahar musik disana, tapi itu tidak membuatku berubah seperti dulu, aku tetap menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup merupakan website yang menyajikan beragam artikel menarik untuk dibaca.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive