Kamis, 22 Februari 2018

Demi Cinta Membina Rumah Tangga Dan Menjaga Orangtua Semua Kulakukan

Demi Cinta Membina Rumah Tangga Dan Menjaga Orangtua Semua Kulakukan
Demi Cinta Membina Rumah Tangga Dan Menjaga Orangtua Semua Kulakukan
Liputanhidup.com - Setiap wanita mempunyai kisah cintanya itu masing-masing, ada yang penuh liku, lika, sampai akhir kisah yang mungkin tidaklah pernah diduga, seperti kisah yang telah kami rangkum dari Vemale.com

Saya Brigita, wanita yang sederhana yang supel dan mempunyai banyak teman, meski paruh bayah tapi berjuwa muda, saya lahir dan tinggal di Yogyakarta, untuk saat inilah istilah pekerjaan beken saya adalah menjadi manajer rumah tangga dengan gaji yang saya terima itu setiap bulan dari suami yang kebetulan bekerja di suatu perusahaan dari swasta di Jakarta, saya memilih untuk tidak berkarier lagi karena saya itu terpanggil untuk merawat kedua orangtua saya yang sudah mulai rentah, ibu saya yang mengalami stroke selama sampai 5 tahun ini, sedangkan ayah yang juga sudah sepuh dan juga sakit-sakitan.

Kisah inilah saya jalani bersama dengan suami saya dengan penuh ikhlas hati dan dengan keprihatinan yang sudah kami lalui selama kami menikah, yakni hampir selama 2 tahun yang lalu, karena saya juga haruslah merawat orangtua saya di Yogyakarta dan suami saya bekerja dan menetap di Jakarta, intensitas pertemuan saya dan suami saya itu masih belum tentu bisa dalam sebulan sekali, dan semua ini kami lakukan dengan ikhlas hati.

Saya dari suami yang bertemu secara tidak sengaja di suatu ajang perjodohan di Internet, kebetulan dulu pekerjaan yang saya pernah geluti itu adalah menjadi sekretatis direktus di suatu hotel berbintang, karena pekerjaan saya itu dulu adlah selalh berhubungan dengan komputer dan internet, saya menjadi tertarik iseng untuk ikt di ajang perjodohan yang bisa infonya dari salah seorang teman saya.

Hari berganti hari telah saya lalui, seiirng berjalannya waktu ada ajang ini saya beerapa kali dijodohkan dengan seseoramg lreoteria sesuai nengan saya kehendai, tapi karena belum ada juga yang cocok di hati, akhirnya saya urungkan waktu untuk mencari jdodoh karenansaya mererasa ini semua hanyalah permainan belaka saja.

Di Baca Juga : Setia Itu Tidaklah Mudah, Haruslah Tegar Meski Sudah Teramat Lelah

Saya juga mulau pesimis, memang jodoh tidak kemana, didalam hati saya mulai menghibus diri, sedikit cerita, selama masih saj aktif bekerja dulu, saya bahkan tidak pernah memikirkan diri saya untuk lakukan suatu hal untuk keluarga terutama dan kedua orangtua saya.

Cerita selanjutnya, didalam kepesimisan saya rasakan, ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain untuk saya, saya iseng membuka lagi di ajang erjodohan saya tadi, kok ada seseorang yang menurut saya tidak beda dengan yang lain, padahal waktu itu tidaklah ada rasa tertarik dan suka, tapi karena semuanya itu sudah Tuhan atur, dan kami mulai berkenalan, saling tukar nomor telepon dan mulai untuk saling berkomunikasi.

Jujur, saya dan suami saya ini sudahlah benar-benar terlambat sekali untuk menikah dikarenakan usia kami, tapi kami berdua yakin, karna tangan Tuhan yang bekerja atas segalanya didalam perjalanan kisah cinta kami ini, singkat cerita saja, kami berkomitmen menjalin hubungan di pada awal Agustus 2015, yakni bertepatan dengan hari ulang tahun saya, tidak perlu untuk berlama-lama, akhirnya kami memutuskan untuk menikah pada April 2016.

Kami berdua itu bahagia bisa dipersatukan, walau sampai saat ini, hubungan kami dipisahkan oleh jarak, kalau anak mudan bilang kami ini tergolong didalam kategori "Long Distance Relationship". hanya kesetiaan dan kepercayaan dari satu sama lain yang menjadi modal utama kami didalam membina rumah tangga, dan semoga Tuhan memberikan kekuatan iman untuk kami berdua, kedepannya nanti kami ingin keluarga kecil kami ini diizinkan untuk bisa diberikan anggota keluarga baru yakni buah cinta kasih kami bersama.

Inilah kisah kasih nyata yang saya alami bersama dengan suami saya tercinta, Mas Dewanto yang sekaligus cinta saya kepada kedua orangtua saya yang menurut saya memang benar-benar bukan cinta biasa. Semoga cerita saya ini apat menjadi inspirasi pembaca yang saya kasihi, karena menurut dari saya, selagi kita mampu mempunyai banyak kesempatan, lakukan hal yang menurut kita bisa apalagi untuk kedua orangtua yang masih ada, tentunya semua harus atas izin suami, saya juga bersyukur bisa mendapatkan suami yang baik, dikarenakan kami menikah juga karena kami harus peduli dan sayang pada keluarga kedua belah pihak.

Terima Kasih
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup selalu berusaha memberikan informasi yang terbaik seputar Judi Online, Berita Unik, Percintaan. DLL.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive