Senin, 05 Februari 2018

Inilah Alasan Logis Kenapa Tubuh Mudah Sakit Jika Putus Cinta

Inilah Alasan Logis Kenapa Tubuh Mudah Sakit Jika Putus Cinta
Inilah Alasan Logis Kenapa Tubuh Mudah Sakit Jika Putus Cinta
Liputanhidup.com - Rasanya kita itu semua pernah merasakan yang namanya putus cinta, patah hati dan putus cinta itu memanglah menjadi pengalaman yang begit8u menyesakkan hati, hati juga enderita tidak karuan, sampai bahkan rasanya membuat kita kehilangan harapan untuk hidup.

Sering kali memang setelah putus cinta, kita akan jatuh sakit, mungkin ini kesannya unguk mengada-ada ataupun kita terlalu berlebihan menanggapi pengalaman tentang putus cinta, tapi ternyata itu memanglah ada alasan logisnya dan ilmiah kenapa orang yang barus saja putus cinta itu bisa jatuh sakit seketika, selengkapnya, mari simak penjelasan berikut ini.

Otak Berpikir Kalau Tubuh Terluka - Misalnya saja kita baru menghadapi kenyataan kalau cinta kita itu bertepuk sebelah tangan, penolakan seperti ini yang dapat membuat perut kita seperti baru ditonjok dan menimbulkan rasa sakit luar biasa.
Bagian otak yang aktif saat kita terluka secara fisik itu sama dengan bagian yang akan aktif saat kita oitu mengalami penolakan sosial, jadi saat hati sedang sakit, tubuh juga akan bisa meraskan sakit yang sama meskipun pada kenyataannya itu tidak ada luka fisik yang tercipta.

Hormon Stres Yang Meningkat - Pada saat kita itu sednag jatuh cinta, hormon bahagia seperti dopamin dan oksitosin akan meningkat, sehingga kita dapat merasa lebih bahagia dan hati menjadi berbunga-bnunga. tapi begitu juga kita mengalami putus cinta atau terluka karena cinta, hormon stres seperti kortisol dan epinephrine yang akan meningkat, pada saat produksi kortisol ini meningkat, otak akan mengirim lebih banyak darah ke otak kita sehingga membuat kita merasa lebih tegang, efeknya dapat menimbulkan sakit pada kepala, dada terasa sesak, sampai  nyerti leher, orang yang putus cinta itu dapat mengalami sakit pada sekijur tubuh.

Di Baca Juga : Sejumlah Alasan Dia Minta Balikan Pada Saat Anda Sudah Tidak Menginginkannya

Trauma Yang Membuat Depresi - Penelitian yang dilakukakan o7.000 pria dan wanita kembar yang menganalisis tingkat depresi dan kecemasan berdasarkan pengalaman traumatis dihidupnya, penelitian itu yang kemudian menyimpulkan bahwa kehilangan yang membuat rendahnya rasa percaya diri bisa membuat depresi dua kali lebih besar dari pada jika mengalami kehilangan yang tidak memengaruhi rasa percaya diri, dan perasaan kdicampakkan ini dapat menghancurkan rasa percaya diri yang cukup parah, apabila kalau ada yang mengalami depresi setelah putus cinta itu yang memang bukan hal baru lagi.

Perasaan Cinta Yang Sudah Candu - Cinta itu bisa menjadi candu seperti narkoba, saat awalnya kita bisa berbahagia karena merasakan cinta, kemudian tiba-tiba saja merasakan kehilangan cinta, bisa dibayangkan bagaimana rasanya, seperti "Sakau" di tubuh kita. bagian di otak akan lebih aktif lagi setelah melihat foto dari mantan, bagian otak tersebut juga akan aktif dengan caya yang serupa pada pecandu kokain yang fisiknya itu kesakitan saat sedang sakau, tapi untuk putus cinta, merupakan gejala dan rasa sakitnya dapat perlahan hilang saat bisa menemukan cinta yang baru atau sudah membuka lembaran yang baru.

Putus cinta itu memanglah bisa membuat seseorang menjadi langsung jatuh sakit, meskipun begitu, selama kita itu bisa berusaha untuk bangkit kembali, maka kondisi tubuh pastinya akan membaik dengan sendirinya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup merupakan website yang menyajikan beragam artikel menarik untuk dibaca.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive