Jumat, 02 Maret 2018

Di Butahkan Oleh Cinta, dan Di Perdaya Pria Brondong

Di Butahkan Oleh Cinta, dan Di Perdaya Pria Brondong
Di Butahkan Oleh Cinta, dan Di Perdaya Pria Brondong
Liputanhidup.com - Kalau sudah cinta, alasan apa saya tidaklah akan menjadi problema, semuanya tentang dia pastinya kita terima apa adanya, seperti itulah yang kupikirkan di saat aku mencintai seorang pria yang usianya itu empat tahun lebih muda dari saya.

Saat itu juga dia duduk kelas dua SMA dan aku yang memasuki semester empat di bangku kuliah, banyak teman yang mengatakan aku ini gila dengan "brondong", mungkin saat membaca cerita ini kalian itu juga akan ikut merasakannya, bangaimana bisa seorang wanita lebnih memilih pria yang usianya jauh lebih muda, padahal aku mengenalnya lewat media sosial dan masih belum pernah bertemu sekalipun.

Kembalu pada apa yang akan kukatakan, bahwa cinta telah membutakan saya, tidak memandang usia, semua manusia itu berhak untuk merasakan cinta dengan memiliki cinta, wanita dewasa apalagi yang telah kuliah itu seharusnya memanglah memilih untuk mencari pasangan yang seumuran ataupun yang sudah bekerja, karena wanita seusia saya saat itu memanglah seharusnya sudah memikirkan hal penting mengenai masa depan, bukanlah malah mencari pria brondong yang masih meminta uang saku dari orangtuanya.

Dia juga seorang penulis yang puisinya itu sudah dibukukan secara antalogi doi banyak penerbit ternama, tidak hanya itu, dia juga seorang organisatoris yang mengikuti banyak kegiatan. Aplagi dia yang menjabat sebagai wakil ketua OSIS dan ketua organisasi remaja di Sekolahnya tersebut, ini yang membaut aku semakin mengaguminya, apalagi aku ini adalah anak bungsu yang begitu manja, sedangkan dia itu merupakan anak pertama yang bagiku begitu menyayomi.

Tidak tahu, setan apa yang secara halus merasukiku, semua hal mengenai dia sangatlah menyenangkan, dia pribadi yangteduh dan menenangkan, aku menyukai suaranya saat bernyanyi sambil bermain gitar di saluran telepon, aku juga begitu merindukan setiap bait pusi yang diakirimkan setiap malam sebalum aku berpamitan untuk tidur, semua hal mengenai dia itu membuatku menjadi kecanduan.

Saat hubungan kami itu sudah jampir jauh, pernah suatu ketika kami itu masuk ke dapam obrolan mengenai mas adepan, dia menginginkan kuliah di Pulau Jawa agar lebih dekat dengan saya, meski kami mencintai tanpa bertatapan langsung, tapi tidak menyurutkan dir kami unt8uk selalu mempertahankan hubungan serta perasaan ini.

Dia mengungkapkan rencana kedepannya yang ingin membuat sanggar budaya dan aku mendirikan perpustakaan umum karena kesukaan saya dengan buku, kami membicarkaan mengenai rumah idaman dan lainnya, setiap mengobrol dengannya, aku merasa ada ketenangan yang menjalar, ada semangat yang tersunttukkan pada diriku bersama dengan harapan yang dia tanamkan pada hati ini, karena terlalu sering diajak untuk merangkai rencana masa depan bersamanya, hati ini semakin berharap dengannya, diriku semakin yakin bahwa dia itu adalah yang cocok untuk diriku, dan bahkan dia juga mayakinkan bahwa kami akan selalu bersama.

Di Baca Juga : Sejumlah Zodiak Yang Cerdas Dan Suka Membaca

Nyatanya, di balik itu semua ada hal yang kulupakan bahwa pada dasarnya dia itu adalah anak yang masih belia dan labil pemikirannya, harapannya dia tanam sudah mengakar pada hatiku dicabut secara kasar dengan ucapannya suatu malam, sudahlah, usia kita terpaut jauh, aku takut, nantinya anda lebih memilih pria yang lebih mapan dari pada menungguku lulus sekolah, ucapannya saat itu seperti baja yang menghantam hati saya, aku tidak menyangka, pria yang begitu aku percaya dan jaga, kini kepercayaannya telah hilang, meski aku sudah meyakinkan bahwa aku akan selalu menunggunya sampai siap, dia tetaplah menolah untuk melanjutkan hubungan ini.

Dalam kegalauan yang membuat aku begitu terpuruk, aku sadar bahwa aku salah, tidak seharusnya pria belia itu kuajak untuk melompat lebih jauh melebihi usianya, dia masih ingin bersenang-senang dengan teman sepermainannya, bukan sibuk membicarakan rumah tangga, aku ingin mengumpat dan memarahi diri sendiri, tidak seharusnya aku memacari pria yang sebenarnya lebih layak untuk menjadi adikku.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, ternyata di luar sana dia itu mempunyai banyak teman wanita spesial, beberapa lama aku itu mengusut, hanya bermodalkan akun media sosial saja dan riwayat komentarnya di facebook, aku menghubungi kebanyakan wantia yang sering mengomentar statusnya, dari spengakuan para wanitaitu beserta bukti yang diberikan, ternyata pria yang kupercaya itu dekat dengan wanita lain.

Rasanya aku ingin marah pada diriku sendiri, bagaimana bisa aku ini bisa ditipu dan diperdaya oleh anak SMA? aku menyesal dan berulang kali merutuki diriku sendiri, bagaimana bisa aku itu tergila-gila pada puisi yang ternyata dikirim ke banyak wanita, perhatiannya tidaklah hanya istimewa kepadaku, tapi juga kepada semua wanita yang dikenalnya.

Di dalam kerapuhan, aku berjuang untuk melupakannya tanpa kata maaf darinya, dia malah memaki aku karena aku ketahuan mengontak teman wanitanya, dia tidak terima karena dia bilang aku begitu ikut campur didalam hidupnya, aku meluapkan amarah karena telah dihianatinya, tapi tetap saja dia tidaklah mengaku bersalah dan malah melemparkan kesahalan itu padaku.

Karena aku sudah terlalu lengah, tanpa berbicara panjang lebar, aku langsung blokir semua medsosnya, lalu aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup selalu berusaha memberikan informasi yang terbaik seputar Judi Online, Berita Unik, Percintaan. DLL.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive