Sabtu, 10 Maret 2018

Merasa Takut Jatuh Cinta Karena Terlahir Dengan Penyakit Bawaan

Merasa Takut Jatuh Cinta Karena Terlahir Dengan Penyakit Bawaan
Merasa Takut Jatuh Cinta Karena Terlahir Dengan Penyakit Bawaan
Liputanhidup.com - Tidak semua orang itu berani mencintai. bahkan ada yang merasa tidak berhak untuk dicintai itu meski sebenarnya dirinya mempunyai hati yang begitu tulus. sama seperti artikel yang kami ambil dari Vemale.com 

Saya memanglah terlahir tidaklah sempurna, tetapi bukan berarti batunku ini tidaklah mengharapkan hal yan sama, aku ingin mencintai, mencintai dengan degup-degup dan juga rindu yang bermekaran malu di dada, aku yang ingin mencintai mencurahkan kasih tetapi bukan terkensa mengiba. aku ingin dicintai bukanlah dikasihani, aku ingin cintaku membawa senyum disepanjang jalanku melangkah, bukanlah aib yang harus kusembunyikan.

Saya terlahir dengan [enyakit bawaan, sehingga untuk berjalan mesti dipapah, sejak kecil teman perempuanku selalu sigap untuk menuntun tangan kanan dan kiriku, berawl dari tangan itulah aku mendapatkan banyak teman dan berawal dari tangan itu juga aku mendapatkan beberapa sahabat, senyum ramah mereka yang telah membuatku begitu merasa bahagia sekaligus haru saat dibantu, tapi semua berubah saat aku itu memasuki sekolah menengah.

Pertanyaannya adalah bisakah seseorang menangkal datangnya cinta? ci nta itu sesuatu yang alamiah terjadi, manusia dengan ras manaupun dengan kondisi fisik seperti apapun pastinya pernah merasakannya, bahkan sekalipun mempunyai ketertarikan pada lawan jenisnya, sama halnya dengan saya,, dan sialnya saya termasuk orang yang mudah suka, kagum gika belum bisa dikategorikan didalam taraf cinta, tapi pantaskah aku mencintai? pantas juga aku dicintai?

Mudah kagum dengan pria berkepribadian dewasa, apalagi sejak kecil figur ayah begitu pudar, saat rasa itu datang aku menjadi was-was, takut, gelisah aku takut orang itu tahu dan berpikiran aneh pada saya, aku takut orang itu malah menjauhi aku, aku takut orang itu merasa jijik padaku, aku juga merasa cintaku itu adalah aibku sendiri, lalu kucoba menutupinya agar tidak terlihat.

Di Baca Juga : Inilah Beberapa Hal Yang Akan Terjadi Jika Anda Berhenti Berhubungan Seks

Saat bertemu dengan orang yang kusuka, aku akan berusaha untuk bersikap lebih acuh, jutek, agar orang tidak menjadi curiga, aku juga membatasi pergaulanku dengan pria, selama bersekolah aku hanyalah beberapa kali bercakap dengan teman pria saat kerja kelompok, itupun kalau terpaksa. hal itu berlaku sampai aku beranjak dewasa. karena tidak biasa aku cenderung kaku dan galak saat bertemu teman pria, tanpa sadar aku sering menaikkan suaraku saat berbicara dengan mereka, aku juga baru tahu saat teman wanitaku menegur soal hal itu, padahal aku tidak bermaksud melakukannya, aku berusaha menahan gejolak di dada.

Saya biasa memendam rasa ini, kadang saat teman mengendusnya aku berusaha menyangkal, kadang juga aku memilih diam, pernah suatu saat aku mengagumi teman pria yang selalu membantuku, dia pintar, lembut dan berjiwa pemimpin. teman-temanku yang lain ternyata mengendus dan menggoda pria itu, pada awalnya dia hanya tertawa, tapi aku tahu lambat, laun seiring berjalannya hari dia mulai menjauh dan tidaklah pernah lagi mengajak aku untuk bicara.

Pernah juga suatu saat di kelas, teman saya ditanya siapa orang yang disukainya, dia lalu menyebutkan namaku, aku juga terkesiap di tengah riuh rendah sorak sorai, tapi selepas kelas usai dia langsung datang padaku dan berkata bahwa dia hanya menyukai kepandaianku, dia bahkan berkali-kali meyakinkan ahar aku tidak salah paham, mungkin dia malu, mungkin juga dia takut, begitu juga aku, aku takut orang yang kukagumi itu tidak membalas perasaan aku. tapi aku lebih takut lagi jika perasaanku ini dapat membuat mereka tidak lagi menjadi temanku, mungkin terkadang cinta itu memang harus dipendam dan dinyanyikan didalam kebisuan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup selalu berusaha memberikan informasi yang terbaik seputar Judi Online, Berita Unik, Percintaan. DLL.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive