Minggu, 19 Agustus 2018

7 Alasan Kenapa Wanita Korban Pemerkosaan Ini Tidak Mau Melapor Pihak Berwajib

7 Alasan Kenapa Wanita Korban Pemerkosaan Ini Tidak Mau Melapor Pihak Berwajib
7 Alasan Kenapa Wanita Korban Pemerkosaan Ini Tidak Mau Melapor Pihak Berwajib
Liputanhidup.com - Saat ini, Indonesia sedang dilanda kasus pelecehan seksual, secara fisik maupun verbal. Berbagai media, entah itu dari media cetak, daring, dan televisi, yang menyiarkan kasus pemerkosaan. Tiga nama yang meregang nyawa ditangan predator seperti JJ di Medan, yang menjadi korban kasus pemerkosaan yang tidak berani melapor, dan akhirnya ketahui tetangga yang pada akhirnya menjadi ramai di perbincangkan dan ramai mewarnai halaman koran. Berita Poker

Itu artinya, sebenarnya diluar sana masih banyak kasus pelecehan yang tidak terendus oleh publik. Banyak wanita yang menjadi korban dan hanya memilih untuk dian dan menanggung rasa malu sendiri. Menurut dari ketua komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Wanita (Komnas Perempuan) bahwa korban pemerkosaan yang tidak berani melapor karena mempunyai berbagai alasan tersendiri, Mengapa? mari simak artikel berikut ini.

1.Takut, Malah Di Salahkan
Korban pemerkosaan tidak mau melapor pada pihak berwajib atau lembaga hukum karena mereka takut malah disalahkan oleh orang yang ada sekelilingnya. Kenyataannya, budaya masyarakat di Indonesia yakni masih sering menyalahkan korban dari pada mendukungnya menguak kasus pemerkosaannya. Apa maksudnya disalahkan? Pastinya kita sering dengan orang mengatakan itu.

2.Lebih Baik Bungkam Menanggung Malu Dari Pada Menjadi Aib Di Publik
Nyatanya, setelah diperkosa, korban takut dikucilkan oleh masyarakat dan dilabeli dengan stigma yang negatif. Karena itu, dia memilih untuk diam dan menyimpan rasa malu sendiri serta menyimpan beban psikis seumur hidupnya. Pikiran ini seharusnya dilenyapkan, karena jika korban bungkam, pelaku akan eluasa melancarkan aksinya berulangkali pada korban atau bahkan pada wanita lainnya.

3.Laporan Korban Sering Dianggap Masalah Sepele
Sering kali aduan dari korban pemerkosaan itu ditanggapi dengan santai oleh aparat. Penyebabnya itu adalah persoalan dari gender. Pikiran seperti ini yang memang seharusnya dibuang jauh-jauh dari kepala penegak hukum di negara ini, Sebab, wanita atau pria mempunyai hal yang sama untuk memperjuangkan keadilannya.

4.Korban Malah Kerap Dikorbankan Kembali Oleh Penegak Hukum
Dan, inilah kenyataannya yang diungkapkan oleh komnas perlindungan wanita. Korban kembali dikorbankan oleh penegak hukum. Hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi.
Lembagai hukum yang seharusnya memberikan perlindungan pada korban, malah justru menjadi momok yang menakutkan. Bagaimanapun, lembaga hukum haruslah menjalankan tugas sekaligus memperjuangkan misi kemanusiaannya. Tidak malah menjadi hal yang menakutkan bagi korban.

5.Proses Hukum Yang Berhenti Di Tengah Jalan
Secara tiba-tiba, proses hukum berhenti. Alasannya karna korban mencabut aduan. Padahal, kasus pemerkosaan bukan delik aduan. Meski laporan dicabut, seharusnya aparat tetaplah memproses dan menangkap predator yang berpotensi menimbulkan korban baru.

Di Baca Juga : Daftar 7 Senjata Paling Mematikan Di Dunia Yang Telah Diciptakan Oleh Manusia

6.Takut Kasusnya Tidak Dikenal Dalam KUHP
Komnas perempuan menyatakan, korbang pemerkosaan selama ini takut melapor karena melihat banyaknya kasus kekerasan seksual yagn tidak dilanjutkan ke proses peradilan, karena bentuk kekerasan yang dialami tidak dikenal atau diatur dalam KUHP yang menjadi rujukan dari aparat pengegak hukum. Sebab itulah, proses hukum menjadi sulit karena terhambatnya perspektif aparat dari minimnya aturan yang memudahkan proses hukum dijalankan.

7.Proses Hukum Yang Tidak Selesai Dan Membuat Korban Malu
Jadi melaporkan kasus kekerasan seksual dalam kondisi sistem hukum yang masih seperti di negara tercinta kita Indonesia hanya akan membuat korban terpublikasi tanpa ada kejelasan penyelesaian terhadap kasus tersebut.

Dan, itulah beberapa alasan kenapa wanita korban kekerasan seksual enggan melapor Polisi atau komnas HAM. Seharusnya kasus ini harus segera diatasi karena menyangkut hak asasi manusia.
Info Poker Indonesia
Share:

1 komentar:

  1. >>>> POKERAYAM <<<< TEMPAT DIMANAN KAMU BISA MAINKAN GAME KARTU
    POKER | DOMINO 99 | CEME | SUPER10 (SAMGONG) | MASIH BANYAK LAINNYA

    +Bonus RAKEBACK 0.5% dibagikan TIAP MINGGUNYA
    +Bonus TIAP HARI SAMPAI 10%
    >>Tunggu apalagi buruan daftar

    Kunjungi : | ayampoker.org |

    >>BBM: D8C0B757
    >>WA : +6281296089061
    >>fANpages : https://www.facebook.com/pg/pokerayam

    KAMI SIAP MELAYANI SETIAP HARI 24 JAM FULL
    TUNGGU APA LAGI DENGAN MODAL 10.000 kamu bisa bawah pulang uang Tunai sampai Jutan Rupiah Tiap harinya.

    BalasHapus

Recent Tube

Tube

Liputan Hidup

Liputan Hidup selalu berusaha memberikan informasi yang terbaik seputar Judi Online, Berita Unik, Percintaan. DLL.
Diberdayakan oleh Blogger.

Author

Pages

Popular Post

Blog Archive